Tafsir Al-Qur'anulKarim

Tafsir Al Qur'an

Menampilkan Tafsir Al Qur'an Per Ayat

.:. Untuk Tafsir Per 1 Surat bisa dilhat di menu Al-Qur'an. Contoh : Surat Al-Fatihah

Tafsir Ibn Katsīr

Tafsir Ibn Katsīr muncul atau masuk dalam abad pertengahan (abad ke-8 H/ abad ke-15 M), akan tetapi jika dilihat dari sisi metode dan bentuk tafsir nya. Ibn Katsīr berada dalam posisi “tengah-tengah”, artinya dari sisi bentuk ia berada dalam posisi klasik karena menggunakan bentu tafsir bil ma’tsūr, sedangkan jika dilihat dari sisi metode Ibn Katsīr berada di posisi era pertengahan dengan menggunakan metode tahlili, dimana metode ini belum dilakukan ketika era klasik.


Tafsir al-Jalalain

Tafsir al-Jalalain (bahasa Arab: تفسير الجلالين Tafsīr al-Jalālayn, arti harfiah: "tafsir dua Jalal") adalah sebuah kitab tafsir al-Qur'an terkenal, yang awalnya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli pada tahun 1459, dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi pada tahun 1505. Kitab tafsir ini umumnya dianggap sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, sebab dianggap mudah dipahami dan terdiri dari hanya satu jilid saja.
Jalaludin al-Mahalli mengawali penulisan tafsir sejak dari awal surah Al-Kahfi sampai dengan akhir surah An-Naas, setelah itu ia menafsirkan surah Al-Fatihah sampai selesai. Al-Mahalli kemudian wafat sebelum sempat melanjutkannya. Jalaluddin as-Suyuthi kemudian melanjutkannya, dan memulai dari surah Al-Baqarah sampai dengan surah Al-Isra'. Kemudian ia meletakkan tafsir surah Al-Fatihah pada bagian akhir urutan tafsir dari Al-Mahalli yang sebelumnya. Namun, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai kadar kerja masing-masing penafsir tersebut.


Tafsir al-Muyassar

Aidh al-Qarni lahir di perkampungan al-Qarn tahun 1379H (1960 M). Nama lengkap beliau adalah Aidh Abdullah bin Aidh al-Qarni. Nama al-Qarni diambil dari daerah asalnya di wilayah selatan Arab Saudi. Beliau berasal dari keluarga “Majdu” di perkampungan al-Qarn, sebelah selatan kerajaan Arab Saudi. Di perkampungan ini lah beliau dibesarkan, sejak kecil dia sudah diperkenalkan oleh ayahnya dengan aktivitas keagamaan.
Sejak kecil sang ayah sudah membawa al-Qarni ke masjid untuk shalat berjamaah. Sang ayah juga telah memperkenalkan berbagai macam buku bacaan kepada al-Qarni semenjak kecil. Karenanya, ia sudah terbiasa dengan bacaan sejak kecil.
Al-Muyassar nama kitab tafsir tersebut yang memiliki arti “mudah, memudahkan bagi pembaca untuk memahami tafsir ini”. Kitab ini dinamakan al-Muyassar menurut Aidh al-Qarni karena menurutnya tafsir ini mudah dipahami dan disajikan dengan bahasa yang lugas dan jelas. Ini alasan beliau memberi penamaan pada kitab tafsirnya..