Asbabun Nuzul Surah Al-Anfal Ayat 32

Asbabun Nuzul Surah Al-Anfal Ayat 32

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَاِذْ قَالُوا اللهم اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ ﴿٣٢

wa iż qālullāhumma ing kāna hāżā huwal-ḥaqqa min 'indika fa amṭir 'alainā ḥijāratam minas-samā`i awi`tinā bi'ażābin alīm

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (32)


Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sa’id ibnuz-Zubair tentang firman-Nya, “Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, ‘Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau,...” Ia berkata, “Ia turun tentang an-Nadhr ibnul-Harits.”

Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Abu Jahl bin Hisyam mengatakan, ‘...Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.’ maka turunlah ayat 33, ‘Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad,) berada di antara mereka ....“

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Dahulu orang-orang musyrik bertawaf di Ka’bah dan berucap, ”Ya Allah, ampunilah kami!’ Maka Allah menurunkan firman-Nya, ‘Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Yazid bin Rumaan dan Muhammad bin Qais bahwa orang-orang Quraisy berkata satu sama lain,“Muhammad adalah orang yang dimuliakan Allah di antara kita.” ‘.. Ya Allah,jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (al-Anfaal: 32) Akan tetapi pada sore harinya mereka menyesali apa yang telah mereka katakan tadi, dan mereka berdoa,”Ya Allah, ampunilah kami!” Maka Allah menurunkan ayat 33, “. . . Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” hingga firman-Nya pada ayat 34,”... tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Ibnu Abza bahwa Rasulullah masih berada di Mekah ketika Allah menurunkan ayat 33, “Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka....” Setelah beliau hijrah ke Madinah, Allah menurunkan firman-Nya, “.. .Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” Sisa kaum muslimin yang masih berada di Mekah senantiasa beristigfar, dan setelah mereka berhijrah Allah menurunkan firman-Nya di ayat 34, “Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka ....“ Lalu Dia memerintahkan penaklukan Mekah, dan itulah azab yang dijanjikan-Nya kepada mereka.