Tatapan Penuh Cinta

blog-img
09/10/2020

Tatapan Penuh Cinta

Admin | Cahaya Hati

Bismillahirrohmanirrohiim..

Sekedar Renungan :
Tatapan Penuh Cinta
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja
menatap mereka saat sedang tidur.

Saat itu...
yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.

Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah....


Lihatlah ibu anda...
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu :
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.


Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah
energi cinta yang
mengalir pelan-pelan saat menatap
wajah lugu yang
terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang
mengalir deras ketika
mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah
dilakukan orang-orang
itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutupi
oleh kesalah pahaman
kecil yang entah
kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu bisa
tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat
sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang
melelahkan namun enggan mereka
ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
mengungkap
segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata :
"betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak
lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari
nafkah, istri yang
bekerja keras mengurus
dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan
sahabat yang telah
melewatkan hari-hari suka dan duka
bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan
manis dan pahit yang
pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan
keharuan seketika
membuncah jika mengingat itu
semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi
jika esok hari
mereka "orang-orang
terkasih itu" tak lagi membuka
matanya, selamanya.....

Bagikan Ke:

N

Nurdin
10 Oct 2020 19:13

Sedih klo inget orang tua :(


K

Kang Agus
16 Oct 2020 02:02

Jangan cuma sedih ....Doakan Beliau.....dan juga saudara-saudara kita semua...! Aamiin.


A

Admin
18 Oct 2020 12:35

aamiin....

N

Nurdin
17 Oct 2020 23:16

Aamiin...



Populer